Bifza CC Gowes To Sekupang
Sepeda sudah terikat dgn kokoh di bike rack yang terpasang di mobil Oom Solichan saat sms dari Mbah Sjafar masuk, mengingatkan semua anggota untuk berkumpul di Pom Bensin Tiban 3. Sesuai rencana hari ini BCC akan mengeksplorasi daerah Sekupang, wilayah pantai barat pulau Batam. Kami masih berkumpul di Pom Bensin KDA, ada Oom Budi dan Oom Azhari juga, sepeda mereka sudah terbaring dengan manis di bak belakang pick up, sedang sepeda Oom Hendra juga sudah terikat di belakang Jeep terbukanya. Tidak lama Oom Ivan datang dan langsung menaikkan sepeda di jeep bergabung dengan sepeda Oom Hendra. Tidak ada yang ditunggu lagi, karena Oom Nova bangun kesiangan dan memutuskan untuk tidak ikut gowes hari ini. Mobil segera dipacu ke arah Tiban untuk bergabung dengan rekan-rekan anggota BCC Chapter Sekupang yang sudah menunggu di sana.
Di Pom Bensin Tiban, terlihat anggota BCC sudah stand by dengan sepedanya masing-masing, dan hari ini terlihat Oom Ario, sekretaris Pengurus BCC yang untuk pertama kali ikut menggowes sejak perhelatan SepedaRia BP-Batam digelar. Sementara yang lain terlihat hadir adalah Mbah Bagi, pak Ketua Mbah Sjafar, Oom Sukhoi, Oom Kamto, Boss Ponco dan Oom Beny Funbike a.k.a BF (Sebutan resmi di BCC untuk Oom Beny, karena sering melewatkan gowes offroad tapi gak pernah absen kalo ada funbike…peace Oom!)
Jam 6.45, lalu lintas Tiban Sabtu pagi ini sudah mulai ramai saat rombongan bergerak meninggalkan titik kumpul. Etape 1 gowes pagi ini adalah menuju ke Marina. Selepas perempatan Sekupang, para penggowes langsung disuguhi rute aspal menanjak dan berliku-liku. Lumayan berat untuk pemanasan pagi ini, tapi juga menantang untuk dijalani. Semua penggowes memacu sepedanya dengan semangat. Dan seperti biasa, Oom Solichan dan Oom Hendra jadi pembuka rute, mengambil posisi di paling depan. Etape pertama diakhiri di depan gerbang Marina city. Satu per satu peserta sampai di check point 1 dan memarkirkan sepeda sambil menunggu peserta yang lain tiba. kalau biasanya pada kegiatan gowes sebelumnya langsung dihadapkan dengan rute offroad, pada gowes hari ini bertemu trek berupa jalan aspal menanjak ternyata memberi sensasi berbeda diantara beberapa penggowes. “Duh ‘biji’ gue berasa gak ada neh, gowes nanjak terus-terusan kaya’ tadi” celetuk Oom Sukhoi
XC 1 at Marina
Setelah semua peserta kumpul, tidak berlama-lama gowes dilanjutkan memasuki etape II, berupa trek offroad di pinggir teluk Marina menuju Temiang. Keluar dari aspal BCCers langsung bertemu lumpur rawa, yang membuat beberapa sepeda nyangkut. Sempat harus balik arah di sebuah lokasi, karena jembatannya sedang di bongkar, dan akhirnya diputuskan mengambil jalur alternatif. Tidak lupa disempatkan untuk berfoto ria di pinggir teluk, karena Oom BF protes, katanya cuma dia yang fotonya belum ada di Blog BCC (salah sendiri gak pernah ikutan gowes XC saban sabtu! :p)
sesudah bertemu trek lumpur didepan terbentang Trek offroad yang berliku dan cenderung datar membuat sebagian peserta tergoda untuk memacu sepedanya kencang-kencang. Oom Solichan, Oom Hendra dan Oom Budi langsung melejit kedepan, saya ikutan di belakang, dan seperti biasa, Mbah Bagi jadi Sweepeer paling belakang rombongan (Pak Haji yang satu ini emang paling top dah kalo ngejagain anggota BCC yang suka tercecer dibelakang).
Etape II ditutup di jalur keluar offroad bertemu dengan jalur aspal Temiang. Ada sebuah warung kecil di situ, dan langsung diserbu untuk beli teh manis panas plus gorengan. Terlebih Oom Ario yang baru ikutan hari ini sempat
protes karena tadi pagi nggak sempat sarapan, dan emang wajahnya terlihat agak pucat. Seteko teh manis dan sepiring pisang goreng segera disambut dengan gembira oleh para penggowes, Oom Ivan pun nggak lupa mengeluarkan bekal yang disiapin istri tercintanya, yang katanya sisa spagetti tadi malam (lho yang lapar Oom ario kok yang makan malah Oom Ivan sih?). gimana mau langsing Oom, kalo “Pasokannya” gak pernah putus? He he he.
Tanjakan Jahanam
Sesudah dirasa cukup istirahatnya, semua penggowes bersiap untuk meneruskan perjalanan menuju etape III, berupa jalur aspal dari Temiang menuju Tiban. Trek aspal diawal etape III ini cenderung datar dan menurun, tapi diujung setelah belok kanan memasuki perumahan Tiban Taman Sari, para anggota BCC disuguhi 2 buah tanjakan yang lumayan terjal. Beberapa peserta sukses melewatinya dengan menggunakan kombinasi gear “tembok” alias crank mentok di paling kecil dan sproket paling besar. Sementara sebagian lain memilih turun dari sepeda dan mulai kegiatan TTB alias Tun tun bike.
Lepas dua tanja
kan tadi, tanpa istirahat langsung masuk ke Etape IV, dimana semua peserta disuguhi jalur offroad berupa tanjakan terjal naik ke bukit Tiban Taman Sari. Kali ini tidak ada pilihan lain selain harus menuntun sepeda. Karena jalurnya sangat curam dan licin, disamping itu tenaga juga sudah banyak habis untuk menempuh jalur etape I sampai III. Disini satu persatu peserta mulai bertumbangan. Oom BF langsung tergeletak diujung tanjakan pertama, sementara masih ada tanjakan lain siap menyambut.
Lepas dari tanjakan kedua, penggowes kali ini dihadapkan dengan sebuah downhil curam dan licin. Sebagian memilih untuk terus ber TTB ria, tapi ada juga yang coba untuk melibasnya dengan menaiki sepeda. Berhubung jalurnya sempit dan licin serta banyak alur bekas tergerus aliran air, diturunan ini tidak bisa dihajar. Saya memilih melintasinya dengan aman, alias nahan rem setengah dari atas, dan meluncur pelan-pelan dengan sepeda.
Downhill pertama terlewati, dan selepas cerukan datar di depan masih harus dua kali nanjak untuk sampai di puncak bukit, dan untuk ini tidak ada pilihan lain selain TTB. Sambil menuntun, sengatan sinar matahari yang semakin meninggi juga menambah penderitaan para penggowes. Nyeri di paha, betis dan lutut mulai menjangkiti kaki yang coba untuk terus melangkah menuju ke atas bukit, sementara di belakang, sebagian peserta tertahan di tanjakan kedua karena kehabisan tenaga. Sampai di puncak bukit, kami sempatkan beristirahat sambil menunggu yang lain. Sempat terdengar khabar kalau rombongan yang tertinggal bermaksud “balik kucing”. Tapi dengan semangat yang tersisa serta gengsi yang terluka, mereka memutuskan untuk meneruskan menyelesaikan rute! 
Setelah setengah jam lebih menanti, akhirnya seluruh peserta tiba di puncak bukit, dan Oom BF langsung terkapar disemak-semak karena kecapaian. Selanjutnya tentu adalah photo session, untuk bukti bahwa semua anggota BCC hari itu berhasil sampai dipuncak bukit.
Saat dirasa kondisi tubuh sudah segar kembali, semua peserta bersemangat lagi untuk meneruskan gowes. Di depan ada downhill panjang dan tentu tidak disia-siakan untuk mencoba meluncur sekencang-kencangnya (setelah 6 kali ketemu tanjakan “jahanan”). Terlebih setelah ini Oom BF sudah menyediakan Lontong sayur di rumahnya yang memang diseiakan untuk menyambut para penggowes BCC yang ikut hadir hari ini.
Trek offroad etape ini berakhir di Perumahan Tiban Taman Sari, dan kami segera menggowes ke tempat titik kumpul semula di Pom Bensin Tiban. Saat melewati sebuah Sekolah Dasar, melihat rombongan pesepeda, kontan anak-anak kecil itu berlarian kepinggir jalan dan berteriak-teriak menyemagati para penggowes. Sesaat kami merasa seperti sedang mengikuti “Tour de France” he he he. Tapi semoga kami juga bisa menginspirasi para murid-murid SD itu, bahwa bersepeda itu menyenangkan, dan dengan perlengkapan seperti helm, glove dan kacamata, para pesepeda bisa terlihat keren B-) Yah, semoga saja mereka nanti akan memilih sepeda sebagai alternatif sarana transportasi, dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, demi bumi yang lebih hijau. (djoe)
| < Prev | Next > |
|---|
















