Tips Dasar Mountain Bike
Nah untuk menjaga kesenangan ini, sebelum we pumping our adrenaline saat melibas trek offroad, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan juga dikuasai oleh para pesepeda. Here we go: Persiapan Sebelum memulai, tunggangan kita harus diperhatikan terlebih dulu. Periksa tekanan angin roda, bila kempes tambahkan. Begitu juga kondisi rantai, bila kering lumasi seperlunya, dan jangan berlebihan. karena medan offroad biasanya berdebu, dan pelumasan yang berlebihan akan mengundang debu untuk menempel pada rantai. Untuk berjaga-jaga bawalah tool/peralatan standar, ban dalam cadangan dan jangan ketinggalan pompanya. Perlengkapan safety wajib digunakan, lengkapi diri dengan helm, sarung tangan/glove, sepatu dan kaca mata (untuk melindungi mata dari terpaan ranting pohon atau serangga), serta gunakan pakaian yang nyaman yang dapat menyerap dan menguapkan kerigat dengan cepat. Untuk celana sebaiknya pilih yang memiliki pad. Jangan lupa bawa makanan dan minuman yang cukup, guna mengisi kembali glikogen yang terpakai selama bersepeda. Ingat, biasanya di hutan gak ada yang jualan makanan. Rem Kenali peruntukan tuas rem yang terpasang pada sepeda anda, mana yang untuk rem belakang dan mana yang untuk rem depan. Posisi tuas rem bisa diatur menyesuaikan kecenderungan tangan pesepeda, Untuk mereka yang kidal, sebaiknya menempatkan tuas rem depan disebelah kanan setang. Usahakan rem depan tidak dikendalikan oleh tangan yang dominan. Ini bertujuan agar saat pengereman mendadak, penekanan rem depan tidak terlalu kuat, dan tidak lantas membuat pesepeda terlontar kedepan melewati setang. Untuk menghentikan laju sepeda tidak ada cara yang lebih efektif selain menekan rem depan. Namun saat berada di turunan, dahulukan penggunaan rem belakang, baru kemudian tekan rem depan perlahan-lahan untuk menambah daya henti. Bila sudah memiliki kemampuan yang memadai, dapat menggunakan trik menekan tuas rem dengan hanya dua atau satu jari, dan sisanya tetap menggenggam grip setang untuk membantu pengendalian sepeda, tapi buat yang belum terbiasa, jangan memaksakan untuk menggunakan cara ini. Shifting Normalnya sepeda MTB memiliki dua buah shifter yang terletak di kanan dan di kiri setang. Shifter ini berfungsi untuk mengatur derailleur. Posisi shifter selalu tetap, dari posisi sudut pandang pesepda, shifter kiri diperuntukkan guna mengatur derailleur depan (Front Derailleur/FD), memindahkan rantai dari satuchainring ke chainring lain. Sedangkan shifter kanan fungsinya untuk mengatur gerak derailleur belakang (Rear Derailleur/RD), memindahkan rantai diantara sprocket. Ketahui sistem shifter tang terpasang di sepeda anda (ada beberapa sistem, yaitu Thumb Shifter, Twistgrip Shifter, Rapidfire Shifter dan Dual control system shifter). Apapun sistemnya ketahui ke arah mana kita harus mendorong tuas shifter guna menurunkan atau menaikkan posisi gir. Bayangkan saat menghadapi tanjakan malah salah shifting ke gir yang lebih berat… bisa “nangis” tuh dengkul . Kenali kapan situasi yang pas untuk memindahkan gir agar tidak kehilangan momentum, baik saat akan menghadapi tanjakan maupun turunan. Bila melakukan penggantian gir pada saat menanjak, harus dilakukan dengan tekanan yang lembut pada pedal. Bila tidak, siap-siap saja mengganti chainring atau sprocket karena tooth-nya rontok. Tanjakan Dalam offroad/cross country cycling, pastinya kita akan disuguhi bagian trek yang menanjak. Saat menemui medan seperti ini, pastikan beban tubuh (center of gravity) berada dibagian depan sepeda. Untuk mendapatkannya bisadengan membungkukkan badan sehingga posisi dagu tidak jauh berada diatas setang. rendahkan pergelangan tangan sehingga posisi hampir horizontal dan majukan posisi pantat hingga hampir ke ujung sadel. Untuk sepeda yang memiliki bar end/tanduk pada ujung setang akan mempermudah pentransferan berat badan ini. Bila kontur tanjakan berupa bebatuan lepas yang bisa membuat ban belakang spin, sedikit lemaskan pegangan tangan di setang, ikuti saja pergerakan ban depan. Jangan “boros” menggunakan posisi gir, jangan langsung menempatkan posisi gir ke posisi paling ringan. Dari gir yang sedang digunakan sisakan paling tidak empat gir untuk RD dan satu gir untuk FD. Sisa gir tersebut digunakan satu persatu ketika kaki sudah tidak kuat mengayuh, tapi tanjakan masih panjang. Kalau emang sudah tidak kuat juga atau tanjakan terlalu curan, tidak usah malu untuk “merubah status” sepeda dari MTB menjadi TTB alias Tuntun Bike. Turunan Kebalikan dari saat menghadapi tanjakan, pada saat menghadapi trek yang menurun, berat tubuh ditransfer ke bagian belakan sepeda untuk menambah stabilitas pengendalian sepeda. Turunkan seat post guna memudahkan pemindahan posisi ke belakang sadel. Tapi jangan berlebihan ketika memundurkan badan, karena malah akan membuat terangkatnya ban depan. Kalau sudah begini ban depan akan kehilangan traksi dan sepeda jadi sulit dikendalikan. Pedalling Pedalling yang baik dapat menghemat tenaga. Untuk mendapatkannya bisa dengan menggunakan sepatu dan pedal clipless. Kombinasi sepatu dan pedal tersebut membuat proses mengayuh jadi lebih mudah karena pada saat salah satu kaki mengayuh kebawah, kaki yang lainnya membantunya dengan menarik pedal ke atas. Tapi untuk bisa menggunakannya perlu latihan dan pembiasaan diri terlebih dulu, sedang bagi yang belum terbiasa, sebaiknya jangan memaksakan diri karena dapat menyulitkan ketika membutuhkan bantuan kaki sebagai tumpuan. Bunny Hop Teknik “mengangkat” sepeda ke udara ini wajib di kuasai, bukan untuk atraksi, tetapi untuk melompati berbagai rintangan alami seperti akar, ceruk, batang pohon yang melintang, aliran air kecil dan sebagainya yang ada disepanjang lintasan tanpa perlu turun dari sepeda. Dalam melakukan bunny hop, yang perlu diperhatikan adalah ban depan yang naik terlebih dahulu, disusul kemudian ban belakang. Teknik ini dapat lebih mudah dilakukan dengan pedal ber-cleat, asalkan bobot sepeda tidak terlalu berat
Buat para new cyclist, biasanya ada keraguan saat diajak menjajal trek offroad. Bayangan akan mendapatkan rintangan berupa tanjakan atau turunan curam biasanya timbul. Perlu disadari bersepeda itu menyenangkan, tantangan medan yang beragam di trek offroad itu sesuatu yang mengasyikkan, jadi jangan dibuat susah apalagi sampai menyebabkan stress.
Sedang untuk jenis rem yang terpasang di sepeda, rem cakram (disc brake) memiliki performa yang lebih baik dibanding V-brakes dalam kondisi basah. Tapi apa pun jenis rem nya, harus ditunjang dengan pengecekan kinerja rem setiap kali akan bersepeda. Bila tidak pakem dapat dilakukan penyesuan pada kabel tensionernya. kalau masih kurang menggigit, mau tidak mau penyetelan haru dilakukan dari kaliper atau pad nya. Bila Pad sudah aus, jangan segan-segan untuk menggantinya dengan yang baru.

| < Prev | Next > |
|---|















